“DOME HOUSE” Rumah Tahan Gempa Di Yogya

BARRATAGA

Mengingat potensi gempa di Indonesia yang cukup besar, pakar kegempaan dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Prof. Ir. Sarwidi. menyatakan bahwa masyarakat di Indonesia perlu mengenal konsep rumah barrataga.

Barrataga atau Bangunan Rumah Rakyat Tahan Gempa adalah rumah yang didesain tahan gempa untuk mengantisipasi/mengurangi risiko kerusakan saat bencana gempa bumi dengan skala besar terjadi. Aspek terpenting dari pembangunan barrataga adalah penguatan besi tulangan bangunan yang saling mengait.


RUMAH “TELETUBBIES” TAHAN GEMPA DI DESA SENGIR PRAMBANAN, SLEMAN

Dibangun dengan alat yang didatangkan dari luar negeri yaitu Airform atau Balon yang fungsinya untuk mencetak bentuk rumah dome dan blower. Materialnya lokal karena kualitas material di indonesia sama. RUMAH “TELETUBBIES” TAHAN GEMPA DI DESA SENGIR PRAMBANAN, SLEMAN

Rumah ini dibangun atas sumbangan World Association of Non-Governmental Organizations (Wango) dengan donatur tunggal Muhammad Ali Alabar. Alabar adalah pemilik Emaar Property Dubai, Uni Emirates Arab. Rumah dome ini berlokasi di Dusun Ngelepen (Sengir), DesaSumberharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman.

Bentuk rumah ini memang unik. Mengingatkan akan rumah igloo (milik suku Eskimo), rumah Honai (tradisional orang papua), dan rumah bulat/Lopo

 

(tradisional orang Timor). Bentuknya bulat, seperti parabola telungkup. Desa ini semula tak ada yang mengenal. Dusun Ngelepen berada di kaki perbukitan yang memanjang dari Bantul ke Klaten. Dusun ini berada di pelosok. Dari jalan utama Solo-Yogyakarta, masih membutuhkan perjalanan lebih dari 7 kilometer. Semenjak gempa 27 Mei silam, 71 rumah di Dusun Ngelepen yang ada di kaki bukit nyaris tidak layak huni. Hingga kemudian LSM Wango berbaik hati melakukan uji pembuatan rumah dome untuk relokasi warga Ngelepen. Kini kompleks rumah dome sudah kokoh berdiri.

Artikel Tambahan tentang Kondisi Penghuni Desa Teletubbies :

https://www.rappler.com/indonesia/ayo-indonesia/171493-rumah-teletubbies-new-nglepen

Bangunan dibangun tanpa pondasi yang memungkinkan bangunan menjadi tahan terhadap gempa, karena bangunan hanya akan mengikuti gerakan gempa dan tidak mengalami “patah” akibat ditanam di tanah dengan pondasi. Dasar bangunan merupakan lantai dengan tebal 30 – 40 cm murni cor tanpa kerikil ataupun pasir.

Bangunan tidak dilengkapi dengan genteng di atap, karena adanya atap berupa genteng dikhawatirkan akan jatuh saat terjadi gempa. Bentuk bangunan yang berupa setengah bola merupakan hasil analisis bangunan anti gempa oleh penemunya. Bentuk tersebut dirasa mampu menahan beban saat terjadi gempa dibandingkan bentuk lain, karena gaya yang terjadi pada bangunan akan terdistribusi dengan baik. Bentuk tersebut juga dimaksudkan untuk mencegah dorongan besar yang diakibatkan oleh adanya angin besar.

sumber :

https://forum.rumah123.com/article-4605-mengenal-barrataga-konsep-bangunan-rumah-rakyat-tahan-gempa

https://www.kaskus.co.id/thread/54e83028108b462f6b8b4567/konstruksi-rumah-jepang-tahan-gempa-yang-bisa-digunakan-indonesia/

http://bencanapedia.id/BARRATAGA

http://hawa.blog.uns.ac.id/2009/04/27/dome-rumah-tahan-gempa/

http://blog.sribu.com/inilah-desain-konstruksi-rumah-yang-tahan-gempa/

http://rygun18.blogspot.co.id/2011/05/dome-house-rumah-anti-gempa.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s